FISIP Unpar Rayakan Dies Natalis ke-56

Tari Sancang Gugat dari SDN 1 Ciumbuleuit membuka perhelatan Dies Natalis Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) ke-56 pada Selasa (29/8) yang dilaksanakan di Mgr. Geisse Lecture Theatre Gedung 3. Disebutkan, tarian asal Jawa Barat itu memiliki makna memperjuangkan, mempertahankan, dan membela kebenaran yang juga sejalan dengan orasio berjudul ‘Kebijakan dan Pelayanan Publik bagi Masyarakat Adat di Era Globalisasi Ditinjau dari Perspektif HAM’.

Pembukaan pun dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan hymne Unpar oleh seluruh hadirin. Nyanyian berlangsung khidmat dengan semangat keberagaman yang hangat terasa. Para dosen dan pegawai mengenakan pakaian adat dari seluruh penjuru Indonesia, seperti Dayak, Bali, Minang, dan lainnya. Sedangkan, hadirin lainnya yang terdiri dari wakil-wakil rektor, dekan-dekan fakultas, perwakilan himpunan mahasiswa Program Studi Ilmu Administrasi Publik, Ilmu Administrasi Bisnis, dan Ilmu Hubungan Internasional, serta mahasiswa Australian Consortium for ‘In-Country’ Indonesian Studies (ACICIS).

Ketua Panitia Dies Natalis FISIP Unpar Dr. Kristian Widya Wicaksono menyebutkan orasio yang menjadi puncak acara mengangkat tema ‘Globalizing Local Values’ dan dibawakan oleh salah satu dosen FISIP, Dr. Indraswari. Selain itu, Dekan FISIP Dr. Pius Sugeng Prasetyo, Bendahara Umum Yayasan Unpar Drs. Johanes Bambang Hardiono, Ak., M.M. mewakili Ketua Yayasan Unpar, Rektor Unpar Mangadar Situmorang Ph.D, dan Ketua Ikatan Alumni (IKA) FISIP Unpar R.A Garlika Martanegara turut memberikan sambutan acara.

Dalam orasio dies, Dr. Indraswari menjelaskan bahwa masyarakat adat kurang mendapatkan kesetaraan dalam pelayanan administrasi kewarganegaraan. Berdasarkan pemaparannya, ia sebut kapasitas penyelenggara negara yang terbatas sebabkan fenomena tersebut. Tiga dosen FISIP dari tiga jurusan memberikan tanggapannya terhadap fenomena tersebut, yang salah satunya menyebutkan untuk belajar dari sejarah.

Acara dilanjutkan dengan pemutaran video Bakti Desa 2017 yang dilaksanakan pada 21-24 Agustus di Desa Sukalaksana, Garut. Video itu menunjukkan wujud visi FISIP yang diturunkan dari visi universitas, ‘Menjadi komunitas akademik humanum-religiosum pengembang ilmu-ilmu sosial yang unggul dan terpercaya dalam rangka universalisasi nilai-nilai lokal demi perkembangan martabat manusia dan keutuhan alam ciptaan berdasarkan Bakuning Hyang Mrih Guna Santyaya Bhakti.’

Dies Natalis ke-56 FISIP diakhiri dengan persembahan dari sejumlah dosen dan pegawai tata usaha menyanyikan lagu-lagu daerah, seperti Yamko Rambe Yamko, Tokecang, Ampar-Ampar Pisang, dan lainnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *