Protokol Penanganan Kejadian Covid-19

Pada Kegiatan Akademik FISIP UNPAR // Semester Ganjil 2022/2023

Sesuai Keputusan Rektor Universitas Katolik Parahyangan Nomor: III/PRT/2022-06/052 tentang Pelaksanaan Perkuliahan Semester Ganjil Tahun Akademik 2022/2023 dan Surat Edaran Wakil Rektor Bidang Akademik Nomor: III/R/AK/2022-06/1893-I, perkuliahan Semester Ganjil dilakukan secara tatap muka (Pembelajaran Tatap Muka/PTM) dengan bentuk penyelenggaraan PTM 100%

dan dilakukan dengan kapasitas kelas penuh (100%). Penyesuaian PTM dapat dilakukan atas ijin Wakil Dekan Bidang Akademik dengan dua cara: perkuliahan bauran (blended) dan perkuliahan campuran (hybrid). Metode perkuliahan baruan dilakukan dengan format minimal pertemuan luring sebanyak 8 kali dan maksimal pertemuan daring sebanyak 6 kali. Berkaitan dengan pelaksanaan PTM di lingkungan FISIP UNPAR pada Semester Ganjil 2022/2023, fakultas memandang perlu diinformasikan protokol penanganan kejadian Covid-19 sekiranya terjadi kasus paparan Covid-19 pada kegiatan akademik di lingkungan FISIP UNPAR.

Adapun protokol penanganan kejadian Covid-19 di lingkungan FISIP UNPAR adalah sebagai berikut:

  1. Perkuliahan tatap muka akan dilakukan menyesuaikan dengan pedoman Tim Satgas Covid-19 FISIP UNPAR, yaitu seluruh sivitas akademik yang akan memasuki Gedung 3 diwajibkan sudah mendapatkan vaksin dosis primer lengkap dan vaksin lanjutan (booster). Sekiranya ada dosen/tenaga kependidikan/mahasiswa yang belum mendapatkan vaksin lengkap dosis primer atau vaksin lanjutan dapat menghubungi Tim Satgas Covid-19 FISIP UNPAR melalui email: ktu.fisip@unpar.ac.id atau WA 08122194546.
  2. Dalam setiap kegiatan pembelajaran di lingkungan Gedung 3, seluruh sivitas akademik WAJIB menjalankan protokol kesehatan yaitu menggunakan masker (disarankan masker KN95 atau KF94) dan mencuci tangan dengan air sabun sebelum memasuki Gedung 3, dan melakukan check-in aplikasi peduli lindungi sebelum memasuki kelas dan sesudah kegiatan pembelajaran (selama satu hari) berakhir.
    Sekiranya membutuhkan masker KF94 dapat menghubungi Tata Usaha FISIP UNPAR.
  3. Pada pukul 12.00-13.00 WIB seluruh kegiatan pembelajaran pada sesi kedua (10.00-12.00 WIB) sudah harus selesai serta seluruh dosen dan mahasiswa tidak diperkenankan berada di dalam kelas agar supaya tim kebersihan dapat melakukan kegiatan penyemprotan desinfektan ruangan kelas.
  4. Sekiranya dalam kegiatan pembelajaran terjadi kasus Covid-19, fakultas memberlakukan prosedur sebagai berikut:
    [a.] Jika terdapat mahasiswa yang terpapar Covid-19, mahasiswa dilarang memasuki lingkungan UNPAR sampai status aplikasi pedulilidungi sudah kembali hijau atau sembuh dari Covid-19 (dibuktikan melalui hasil tes usap PCR). Mahasiswa yang terpapar Covid-19 wajib mengunggah surat sakit (atau hasil tes positif Covid-19) melalui studentportal untuk kemudian diberikan dispensasi kehadiran perkuliahan (verifikasi oleh KTU FISIP). Selama masa isolasi mandiri, mahasiswa diperkenankan mengikuti kelas secara daring. Sekiranya perkuliahan dilakukan secara luring (pada saat mahasiswa menjalankan proses isolasi mandiri), mahasiswa dapat meminta bahan dan materi kelas kepada dosen. Sekiranya mahasiswa mengalami gejala sebagai berikut:
    ⦿ batuk, sakit tenggorokan, nafas tersengal (sesak nafas) atau kesulitan bernafas,
    ⦿ demam atau menggigil,
    ⦿ sakit kepala,
    ⦿ nyeri otot atau tubuh,
    ⦿ muntah-muntah atau diare,
    ⦿ kehilangan rasa dan/ atau penciuman.
    Mahasiswa dilarang hadir di lingkungan UNPAR dan melakukan tes (antigen dan/atau PCR) sesuai informasi pada Buku Saku Protokol Kesehatan Pada Masa Pandemi Covid-19, Universitas Katolik Parahyangan. Mahasiswa diharapkan melaporkan hasil tes Covid-19 pada tautan: https://bit.ly/akb_laporCovid

    [b.] Sekiranya terjadi kejadian luar biasa dalam kegiatan akademik, misal ada dosen/mahasiswa yang terpapar Covid-19 dan secara tidak sadar tetap melakukan kegiatan pembelajaran (hadir di kelas), maka dosen dan mahasiswa yang berada di kelas (kegiatan pembelajaran) dikategorikan sebagai kontak erat dan wajib menginformasikan kepada Tim Satgas Covid-19 FISIP UNPAR. Untuk dosen dan mahasiswa yang dinyatakan sebagai kontak erat wajib melakukan isolasi mandiri selama 5 hari (lihat Protokol H poin 03 pada Buku Saku Protokol Kesehatan Pada Masa Pandemi Covid-19 Universitas Katolik Parahyangan untuk Dosen, Tenaga Kependidikan terkait Kegiatan Pembelajaran dan Non Pembelajaran). Sekiranya muncul gejala Covid-19, dosen atau mahasiswa dapat menghubungi Tim Satgas Covid-19 FISIP UNPAR dan dipersilahkan melakukan tes usap antigen sesuai aturan dan ketentuan yang berlaku di lingkungan UNPAR (lihat Buku Saku).
    Definisi kontak erat:
    ⦿ Kontak tatap muka/berdekatan dengan kasus konfirmasi dalam radius 1 meter selama 15 menit atau lebih;.
    ⦿ Sentuhan fisik langsung dengan pasien kasus konfirmasi (seperti bersalaman, berpegangan tangan, dll);

  5. Sekiranya ada informasi tambahan terkait protokol akan diinformasikan kemudian.

Lampiran:

  1. Buku Saku Protokol Kesehatan Pada Masa Pandemi Covid-19 Universitas Katolik Parahyangan untuk Dosen, Tenaga Kependidikan terkait Kegiatan Pembelajaran dan Non Pembelajaran, https://bit.ly/Prokes_Dosen-Tendik
  2. Buku Saku Protokol Kesehatan Pada Masa Pandemi Covid-19, Universitas Katolik Parahyangan, https://bit.ly/Prokes_Mahasiswa
  3. https://faq.kemkes.go.id/faq/arti-status-warna-kode-qr-pedulilindungi

X