• Pedoman Etika Komunikasi Mahasiswa Dengan Dosen

  • Follow !!

    Official Twitter Fisip Unpar

Pedoman Etika Komunikasi Mahasiswa Dengan Dosen

Etika Berkomunikasi Menggunakan E-mail

  1. Tuliskan subyek e-mail. Berikan judul/keterangan singkat mengenai tujuan Anda mengirimkan pesan kepada dosen.
    Contoh:
    Revisi Skripsi Maria Putri
  2. Tuliskan kata pembuka dengan benar. Sebutkan pihak yang dituju dan gunakan sapaan pembuka formal.
    Contoh:
    Yth. Bapak Pius Sugeng; Selamat pagi, Bang Tian.
  3. Perkenalkan diri dan jelaskan tujuan Anda mengirim email, terutama jika baru pertama kali mengirim email kepada dosen tersebut. Sebutkan nama lengkap, program studi, dan kelas Anda.
    Contoh:
    Selamat pagi, Ibu Theresia.
    Perkenalkan, saya Muhammad Rivai, mahasiswa kelas A Kewirausahaan Sosial.
  4. Sampaikan tujuan Anda mengirim email dengan jelas. Jika ada beberapa hal yang akan disampaikan, Anda bisa menggunakan pointers.
    Contoh:
    Terkait dengan UAS Kewirausahaan Sosial, ada beberapa pertanyaan yang ingin saya ajukan.
    1. Apakah UAS dikumpulkan melalui IDE?
    2. Apakah saya boleh menggunakan Bahasa Inggris untuk menjawab soal yang diberikan?
  5. Jika mengirim attachment, informasikan pada e-mail. Berikan nama attachment dengan jelas dan sesuai. Pastikan juga Anda sudah melampirkan attachment pada email yang akan dikirimkan.
    Contoh:
    Saya lampirkan revisi Bab 1 dan Bab 2 yang sudah saya perbaiki sesuai dengan hasil bimbingan minggu lalu.
  6. Gunakan bahasa yang baik dan hindari menyingkat kata. Perhatikan juga penggunaan tanda baca, huruf kapital, serta pastikan tidak ada kesalahan penulisan (typo).
  7. Sebelum mengirim email, cek kembali pesan dan attachment yang akan dikirim.
  8. Berikan waktu dosen Anda untuk menjawab. Walaupun membalas email dapat dilakukan dengan cepat, tapi bisa saja dosen Anda memiliki kesibukan lainnya. Jika tidak ada balasan dalam jangka waktu yang cukup lama, Anda bisa bertanya kembali dengan sopan.

Etika Berkomunikasi Menggunakan Aplikasi Messenger

  1. Perhatikan waktu. Sebaiknya Anda tidak mengirim pesan ketika waktu istirahat, beribadah, atau di hari libur.
  2. Awali pesan dengan salam dan perkenalan diri.
    Contoh:
    Selamat pagi, Mbak. Saya Veronica Tasya, mahasiswi Diplomasi kelas D.
  3. Sampaikan keperluan Anda dengan ringkas.
    Terkait tugas presentasi minggu depan, apakah saya boleh menggunakan literatur tambahan?
  4. Gunakan bahasa yang formal dan hindari menyingkat kata. Perhatikan juga penggunaan tanda baca, huruf kapital, serta pastikan tidak ada kesalahan penulisan (typo).
    Contoh: Hindari menyingkat kata “dmn, kpn, bgmn, otw, sy”, dan hindari juga kata-kata non-formal “aku, ok”
  5. Akhiri pesan dengan mengucapkan terima kasih atau salam.
  6. Hindari pertanyaan yang ‘menginterogasi’ dosen.
    Contoh yang salah:
    “Maaf Mbak, minggu lalu saya sudah mengirimkan draft skripsi saya. Kapan bisa dapat feedback ya?”

Good manners are just a way of showing other people that we have respect for them.
Bill Kelly

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *