Kewirausahaan: Elemen Penting Ekonomi di Masa Mendatang

Oratio telah menjadi bagian tak terpisahkan dari perayaan Dies Natalies. Tak terkecuali, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Katolik Parahyangan (FISIP Unpar) yang merayakan ulang tahun ke-57, pada Jumat (31/8).

Dalam perayaan Dies FISIP Unpar, Dr. Nia Juliawati dosen Program Studi Ilmu Administrasi Bisnis (Prodi IAB) didapuk sebagai orator untuk menyampaikan hasil penelitiannya.

Nia mengangkat tema kewirausahaan dalam makalah ilmiah berjudul “Membangun Kewirausahaan: Antara Digital Economy dan Human Economy”. Pemilihan topik dilatarbelakangi kemunculan fenomena ekonomi digital yang merebak secara massal, baik di dunia maupun di Indonesia sendiri, yang telah berpengaruh besar pada kegiatan ekonomi secara umum.

Menurutnya, ekonomi digital adalah peluang yang harus dimanfaatkan sebaik-baiknya bagi para pelaku ekonomi. Di zaman sekarang ini, tidak cukup hanya menjadi pekerja saja karena performa manusia akan semakin lama semakin tergerus oleh ketepatan dan kecepatan dari tenaga mesin, baik perangkat lunak maupun perangkat keras. Beliau mengatakan bahwa salah satu jalan terbaik untuk memanfaatkan keadaan ini adalah menjadi wirausaha.

Di sisi lainnya, Nia menjelaskan bahwa kita juga masih memerlukan konsep ekonomi yang manusiawi (Human Economy). Konsep ini menekankan bahwa dalam aktivitas ekonomi, kita perlu memperhatikan aspek sosial dan kesejahteraan masyarakat secara luas dan tidak hanya melakukan kalkulasi bisnis dari segi keuntungan semata.

Pemaparan oratio tersebut ditanggapi oleh tiga pengajar FISIP Unpar. Dr. Aknolt Kristian Pakpahan menanggapi dengan positif bahwa Nia berhasil menyampaikan hasil penelitian yang sangat berkaitan (multidisipliner) dengan tiga prodi yang ada di FISIP Unpar.

Sementara itu, menurut Pius Suratman Kartasasmita Ph.D, memang tepat bahwa kewirausahaan adalah cara terbaik manusia untuk memanfaatkan perubahan ekonomi yang terjadi. Tanggapan lain juga diberikan oleh Sanerya Hendrawan Ph.D, yang menyampaikan bahwa sejak revolusi industri tahun 1800an akhir, kemanusiaan perlahan dilupakan. Oleh karena itu, jangan sampai di revolusi industri ke-4 ini manusia kembali dilupakan sebagai faktor kunci dari ekonomi dunia.

Penyampaian oratio tersebut diharapkan mampu menginspirasi dan memberi pemahaman baru secara singkat kepada sivitas akademika yang hadir.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *