FISIP UNPAR Gaungkan Gerakan Bandung Kota Cerdas Pangan

Dua ratus mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Katolik Parahyangan (FISIP Unpar) menggaungkan gerakan Bandung Kota Cerdas Pangan dalam acara Bandung Agri Market yang diselenggarakan di Balai Kota Bandung pada Minggu (15/9).

Bandung Agri Market merupakan kegiatan yang rutin dilakukan oleh Dinas Pangan dan Pertanian Kota Bandung lewat pameran berbagai jenis sayuran segar, buah lokal, dan tanaman hias yang dihasilkan para petani lokal. Kegiatan ini dihadiri oleh kurang lebih 3.000 masyarakat Kota Bandung.

Acara Bandung Agri Market dihadiri oleh Ir. Gin Gin Ginanjar, M.Eng. selaku Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kota Bandung, kemudian dibuka oleh Wakil Walikota Bandung Yana Mulyana. Acara diisi dengan pembagian bibit gratis, pameran, penandatanganan MoU, dan acara hiburan. FISIP Unpar menjadi salah satu pengisi acara dengan membawa gerakan Bandung Kota Cerdas Pangan.

Kampanye dibawakan secara interaktif melalui sesi tanya jawab oleh Christian Valent dan Rita Novianti selaku mahasiswa Program Studi Ilmu Administrasi Bisnis. Selain itu, mahasiswa juga membawa poster dan spanduk yang mengangkat kegelisahan mereka terhadap banyaknya sampah pangan di Kota Bandung. Kampanye ini juga disiarkan melalui akun Instagram @bandungfoodsmartcity. 

Gerakan Bandung Kota Cerdas Pangan didasari keprihatinan bahwa Indonesia menempati peringkat ke-2 setelah Arab Saudi dalam hal membuang makanan. Kondisi ini kontras dengan kondisi anak-anak Indonesia yang kekurangan gizi berada di peringkat ke-4 dari 177 negara. 

Melalui kampanye di Balai Kota Bandung, FISIP UNPAR yang diwakili Dr. Pius Sugeng Prasetyo, M.Si., Dr. Theresia Gunawan, S.Sos., MM., M.Phil., dan Daniel Hermawan, S.AB., M.Si., MBA., berharap gerakan Bandung Kota Cerdas Pangan dapat menjadi gerakan yang sporadis dalam masyarakat. 

Masyarakat bisa menjadi agen perubahan (agent of change) dalam hal membuang sampah, minimal dari rumah masing-masing. Secara sederhana, masyarakat bisa memulai gerakan anti sampah makanan ini dengan Mas ADI, yakni (1) masak secukupnya, (2) ambil secukupnya, dan (3) dihabiskan. Dengan menjadi bagian dari gerakan Bandung Kota Cerdas Pangan, diharapkan masyarakat dapat turut berkontribusi untuk mewujudkan Indonesia lebih baik. (/DAN)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *