Dies Natalis ke-54 FISIP “Sabilulungan, Runtut Raut Sauyunan”

“Usia 54 tahun merupakan usia yang boleh dibilang cukup matang dalam kehidupan seorang manusia, namun tidak untuk sebuah fakultas atau lembaga pendidikan…”

Demikian sepenggal kalimat yang diucapkan oleh Dr. Banowati Talim, orator dalam Acara Orasio Dies Natalis Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UNPAR ke- 54 pada Rabu (19/08). Acara tersebut diselenggarakan di ruangan Mgr. Geisse Lecture Theatre, Gedung 3 (FISIP UNPAR). Peringatan Dies Natalis kali ini mengambil tema dengan bahasa Sunda “Sabilulungan, Runtut Raut Sauyunan”, yang mengandung arti hidup rukun dalam kebersamaan. Kebersamaan dalam konteks ini mengandung arti gotong royong, kerjasama atau saling membantu, saling mendukung, dan guyub untuk kebaikan bersama.

Sebagai bagian dari laporannya, Dekan FISIP Dr. Pius Sugeng Prasetyo menggambarkan sekilas perjalanan FISIP UNPAR sejak awal berdiri hingga kondisi saat ini. Beliau menceritakan pula tentang Presiden RI pertama Ir. Sukarno yang menghadiri pendirian FISIP pada tahun 1961, kemudian memberikan status “Disamakan” kepada jurusan-jurusan di dalam FISIP tanpa harus melalui status Diakui atau Terdaftar terlebih dahulu. Hal tersebut merupakan sebuah bentuk kepercayaan yang luar biasa dari seorang presiden kepada UNPAR.

Selain dari paparan tentang sejarah dan perkembangan FISIP, Dekan FISIP juga menjelaskan bahwa saat ini kita dihadapkan pada tantangan, seperti: kompetisi, peningkatan mutu, serta agar FISIP dapat melahirkan banyak sosok pimpinan di masa yang akan datang.

Dalam sambutannya yang diberi judul “A Great FISIP: A Great UNPAR”, Rektor UNPAR Mangadar Situmorang, Ph.D. menyampaikan bahwa perayaan Dies Natalis merupakan saat dimana harus melihat atau mengevaluasi satu tahun kebelakang dan menatap apa yang akan dihadapi dan dilakukan untuk satu tahun kedepan. Beliau juga menyebutkan bahwa melalui perayaan Dies Natalis sebetulnya untuk mengingatkan akan 3 hal yaitu: penegasan mengenai arah pengembangan fakultas (direction); penyelarasan/keserasian baik mahasiswa, dosen, program studi, dan universitas (alignment); menguatkan kembali komitmen untuk maju bersama (commitment).

Ir. Iwan Supriadi, sebagai perwakilan dari Pengurus Yayasan UNPAR berharap agar FISIP ikut berperan aktif dalam proses transformasi dari good UNPAR menjadi great UNPAR. Beliau menambahkan bahwa basis dari segala pembahasan mengenai upaya guna mencapai great UNPAR adalah kualitas dari manusianya. Hanya dengan manusia yang berkualitas, maka UNPAR dapat bertransformasi menjadi great UNPAR.

Sedangkan Dr. Banowati Talim, dalam orasinya yang berjudul “Perubahan Diri yang Berkelanjutan: Sebuah Catatan dalam Memulai Transformasi FISIP yang Humanum 2015-2019” menyebutkan bahwa Transformasi ini menggambarkan aspek humanum yang perlu menjadi pusat perhatian pelaku perubahan di FISIP dan di UNPAR pada umumnya. Mengingat bahwa keberadaan “manusia” dalam perubahan di FISIP memegang peranan kunci, maka potensi, kebajikan, dan kapabilitas orang atau anggota organisasi menjadi landasan utama dalam menjalankan proses perubahan. Inti pokoknya adalah bagaimana pemimpin memberikan penghargaan pada aspek kemanusiaan dari anggota organisasi yang diyakini dapat lebih meningkatkan komitmen dan keterikatan (engagement) pada organisasi.

Sebagai penutup orasinya, beliau menyampaikan “setiap langkah perubahan akan dimulai oleh langkah kecil yang akan menggerakan langkah berikutnya. FISIP UNPAR perlu senantiasa melakukan refleksi untuk senantiasa menyadari perlunya melakukan perubahan secara berkelanjutan. Keterlibatan setiap pegawai yang di-respect kemanusiaannya akan menjadi fondasi utama keberhasilan FISIP dalam mewujudkan perubahan yang bermakna sebagaimana telah dirumuskan dalam rencana strategis 2015-2025”.

Selain dari ucapan selamat atas hari jadi FISIP ke 54, sebuah catatan penting dari Drs. Yayat Ahdiyat bahwa alumni dari FISIP UNPAR hadir dan tersebar di berbagai bidang. Baik di sektor swasta, lembaga-lembaga pemerintah, atau dewan-dewan yang berada di bawah kementerian atau lembaga tinggi negara. Bahkan banyak diantara mereka yang saat ini menduduki posisi-posisi strategis dalam pemerintahan maupun di perusahaan swasta.

Pada kesempatan ini FISIP UNPAR juga memberikan penghargaan kepada mahasiswa berprestasi, serta memberikan sumbangan berupa buku-buku yang di donasikan kepada lima perpustakaan di Sekolah Dasar, yaitu: SD. Bandung Baru I, SD. Bandung Baru 2, SD. Ciumbuleuit I, SD. Ciumbuleuit III, dan SD. Ciumbuleuit IV.